Lewat Kata-Kata, Gol A Gong Ingin Menggenggam Dunia

Kisah-kisah Gol A Gong dalam membangun Rumah Dunia memang selalu menarik untuk diikuti. Termasuk juga tentang dirinya yang sejak kecil sudah didekatkan dengan buku oleh kedua orangtuanya. Gong menulis, ia hanya ingin membagikan kisahnya agar orang lain bisa mengambil sedikit pelajaran. Terutama soal dampak yang luar biasa dari kebiasaan membaca buku.

Kebiasaan membaca buku sejak kecil itu berdampak luar biasa pada diri Gol A Gong. Dengan membaca buku, wawasannya makin bertambah dan dia lupa bawa tangan kirinya diamputasi dan hanya sebatas siku, akibat jatuh dari pohon pada umur 11 tahun. Meski kondiai fisiknya tak sempurna, tapi Gong tumbuh menjadi anak yang optimis, percaya diri dan punya mimpi besar. Bahkan dituliskan sang ayah memberina nasihat, bahwa jika ada orang yang meledek soal fisiknya harus dijawab dengan senyuman dan jangan marah.

Karena memang kenyataannya itu benar. Jadi lawanlah dengan prestasi. Begitu pesan ayah. Gong ternyata tidak hanya rakus membaca buku, tapi juga diajarkan bermain badminton oleh ayahnya. Sehingga nutrisi untuk otaknya tetap terpenuhi dan karena rajin olahraga, tubuhnya pun jadi sehat.

Dan seperti yang sudah kita tahu, Gong sudah menulis lebih dari seratus duapuluh lima buku. Maka dalam bab pertama buku ini ditulis dengan kalimat yang cukup menggugah: Lewat katalah aku hidup. Hidup lewat katalah yang ingin aku tiupkan kepada orang-orang putus asa. Aku hidup di mana-mana, di setiap sudut kota di Indonesia lewat novel-novelku. Aku juga ingin gairah hidupku merasuki setiap hati pembaca novel-novelku. Kata memberiku banyak makna. Kata bagiku adalah kekuatan yang membuatku teus bangkit saat terjatuh. Kata seperti jantung hidup kita, terus berdetak dan jangan biarkan tak bermakna. (Hal 14).

Dalam buku ini juga dituliskan kisah perjuangan Gong dan kawan-kawan di Banten dalam merintis koran Banten Pos dan buletin Meridian yang pada masa itu belum banyak lahir koran-koran lokal. Hingga akhirnya koran dan buletin itu mesti gulung tikar. Dan hanya bertahan sampai edisi keenam. Selain itu, Gong dan sahabat dekatnya Toto ST Radik turun ke sekolah memberikan pelatihan menulis dan jurnalistik. Juga membuat organisasi kepemudaan yang diberi nama Cipta Muda Banten (CMB).

Dari cerita-cerita itu kita bisa melihat betapa konsistennya Gol A Gong berada di jalur literasi atau hal-hal yang terkait buku, TBM dan kebudayaan. Kekonsistenan Gong pada bidang ini, rasanya tidak heran kalau sekarang Gong diamanahi sebagai Duta Baca Indonesia. Tepatnya sejak tahun 2021-2025 Gong dikukuhkan sebagai Duta Baca Indonesia menggantikan Najwa Shihab. Gong punya tagline “Berdaya dengan Buku”.

Buku ini akan membuat Anda percaya bahwa dengan buku (banyak membaca) kita bisa berdaya. Ya, berdaya dengan buku. Percayalah!

Judul Buku: Menggenggam Dunia
Penulis: Gol A Gong
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Oktober 2011
Tebal: 208 halaman

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==