Literasi Keluarga yang Baik Menghasilkan Literasi Baca Tulis yang Baik Pula

Perkembangan Nabila di literasi baca tulis meningkat dari hari ke hari. Apa yang sering kita bicarakan, bahwa seorang anak itu ibarat buah jatuh tidak jauh dari pohonnya berlaku untuk si sulung. Kita mengenal anak kecil bernama Faiz – putra dari Helvy Tiana Rossa, menggebrak dengan karya literasi baca tulisnya. Putri Asma Nadia juga – Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra Firdaus juga menggeluti dunia menulis.

Kemudian Dar!Mizan (Mizan Group) pada 2005 meluncurkan Kecil Kecil Punya Karya (KKPK). Sastra Indonesia tiba-tiba dikejutkan oleh sastra anak yang ditulis oleh anak-anak. Menejer Penerbitan Dar! Mizan waktu itu – Ali Muakhir sebagai dalangnya. KKPK jadi buah bibir dan sangat fenomenal.

Nabila termasuk di dalamnya. Pada saat kelas 2 SD (2007) novel pertamanya – Beautiful Days diterbitkan Dar! Miza. da 8 buku meluncur dari tangannya.

Sewaktu di SMA (2017), Nabila mewakili Provinsi Banten ke FLS2N di Semarang untuk lomba menulis puisi. Sekarang Nabila tercatat sebagai mahasiswi Sun Yat Sen University, Ghuangzhou, Tiongkok.

Begitulah cerita si sulung. Kenapa ini saya ceritakan? Saya ingin teman-teman yang begitu ketakutan dengan dampak buruk teknologi informasi kepada anak-anak kita, bercermin lewat kisah si sulung ini. Tentu setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mendidik anak. Tapi masa lalu sudah mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kita beradaptasi.

Bahkan di Al Qur’an sudah dijelaskan bahwa anak kita itu bisa jadi penyejuk, perhiasan, ujian, hingga musuh. Di QS. At-Taghabun 64: 15 disebutkan: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Anak adalah amanah atau titipan dari Allah SWT. Dia tidak minta dilahirkan. Maka kita harus menjaga dengan sebaik-baiknya. Caranya bukan diasingkan dan dilarang tidak boleh ini-itu, tapi dipenuhi hak-haknya, disayang, dirawat, dididik agar memiliki masa depan yang cerah. Kemajuan ilmu pengetahuan atau literasi digital di era sekarang adalah produk dari orang-orang yang suka membaca. Jika kita menolak itu, sama saja kita mengabaikan perintah Allah SWT yang pertama di surat Al Alaq: iqro dan qalam.

Insya Allah, jika kita memosisikan bahwa anak adalah amanah, literasi keluarga kita akan menuju literasi baca tulis yang baik seperti halnya Allah SWT perintahkan pertama kali: iqra dan qalam.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==