Biasanya menjelang pesta demokrasi selevel kabupaten, kota, atau bahkan presiden sering terjadi perdebatan (dialektika) atau bahkan jadi peluang untuk menyerang sekaligus menghancurkan Rumah Dunia. Hal itu sudah biasa. Gusti Allah yang berkehendak.

Padahal Rumah Dunia sejak dulu memosisikan sebagai “pusat belajar”, tempat tumbuhnya cara berpikir kritis alias waras. Sudah sejak 2000 berlangsung, hingga sekarang, para pendiri atau relawannya – alhamdulillah – baik-baik saja. Tetap tersenyum dan berkarya.


