Fitrahnya anak-anak kan suka tantangan, jadi setelah rangkaian lomba itu selesai dan mereka mendapat hadiah, ada lagi tantangan baru. Namanya anak-anak, selama ada hadiah ya ikut aja terus. ![]()
Tantangan terakhir adalah membuat teka-teki flip-flap. Aku sudah menyediakan bekas kartu undangan yang kupotong kecil-kecil, juga kertas HVS, dan lem putih. Aku jelaskan sedikit teknis pembuatan beserta contohnya, dan anak-anak paham segera.

Aku nggak pernah menuntut kesempurnaan hasil pekerjaan mereka, tapi aku minta sesuai tahapan proses. Menurutku ini penting, supaya mereka belajar berproses. Jadi ketika ada anak yang seadanya dalam mengerjakan, aku menjelaskan ulang tahapan yang harusnya dia kerjakan. Tapi hasilnya tetap kuterima dan kuhargai dengan memberi hadiah paket makanan.

Sesaat sebelum adzan duhur ada ibu-ibu menjemput anaknya dan bertanya, “Lama sekali lesnya, Bu?” Hahaha. Aku juga baru sadar sudah dua setengah jam di situ. ![]()
Trus ada hal lain yang membuat aku tertawa lagi, ketika ada anak yang bertanya, “Lombanya kapan, Bu Tias?” Kubalas, “Lho, ini tadi kan rangkaian lomba!
Memang, lombanya Bu Tias mah santai, nggak menegangkan, ya?” ![]()



