Puisi Gol A Gong
LONTONG SAYUR TAK BERSANTAN
Aku ingat sebelum pergi, kau belah lontong jadi lima bagian. Kau yang jauh meninggalkan kota, menyerupai wajah-wajah penuh goresan. Rasa hidupmu aneh saat digerus di status, bercampur garam dan lukisan.
Lukamu tak memiliki rasa perih, kau kirimkan bunga tanpa warna. harumnya tak bersantan, menukik hingga bibir malam.
“Kau menikam gairah dari balik sembunyi!”
Tuntas sudah dalam sekali kunyahan
*) Serang, September 2014
Simbolisme yang Gol A Gong gunakan terasa begitu mendalam. Lontong sayur yang biasanya kaya akan rasa, menjadi metafora untuk kehidupan yang datar dan kehilangan “santan” atau intinya. Ada rasa rindu, kepergian, dan perasaan terasing yang kuat di sini.
Bagian “lukamu tak memiliki rasa perih” dan “kau kirimkan bunga tanpa warna” terasa sangat pilu tapi juga penuh filosofi. Ini mengingatkan pembaca bahwa tidak semua luka terasa, dan tidak semua keindahan memiliki warna nyata.
Tim GoKraf/AI


