Hal terakhir sering kita sepelekan, kita cenderung tidak mau meniru proses ‘belajar’ seorang anak, akibatnya sering terjadi orang dewasa mengulang-ulang kesalahan.

Naluri belajar
Seorang anak adalah semisal kertas putih. Kita tahu ungkapan itu, tapi yang biasanya dilupakan adalah bagaimana kita mengajari dan membimbing mereka ‘menuliskan’ pelajaran yang harus mereka ingat. Dan yang juga sering dilupakan para orangtua, anak-anak itu punya keinginan dan kemampuan sendiri, yang menjadi cara mereka belajar.

Tapi atas nama ‘prestise’, ‘jenius’, ‘cerdas’, ‘perkembangan pesat’, dan labelisasi lain, anak dipacu untuk memenuhi harapan orang tua. Padahal, dengan asupan gizi cukup dan pemberian stimulasi sesuai usia, anak-anak akan tumbuh wajar berdasar kemampuannya sendiri. Demikian pula nalurinya untuk belajar dari lingkungan sekitar.



