
Saya diterima menantunya. Museumnya di lantai 2. Ada 2 ruangan. Satu ruangan untuk pengunjung anak-anak dilengkapi sarana bermain dan rak buku anak-anak. Ruangan lainnya menyimpan memoribilia AA Pandji Tisna. Bergetar hatiku ketika memegang mesin tik yang digunakannya menulis novel.

Setelah itu kami janjian dengan Made Adnyana Ole dan Kadek Sonia Piscayanti di patung Singa Sakti, Singaraja. Mereka keluarga besar Bung Karno. Beruntung sekali kami diajak ke kampung halaman Ibunda Bung Karno. Bahkan dibawa mengunjungi Puri Raja Buleleng, leluhur AA Pandjitisna.

Kami berbincang-bincang tentang kemungkinan diselenggarakannya perhelatan Kampung Literasi. Debby Lukito sebagai Gubernur Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Bali dan Nero Taopik Abdillah sebagai Presiden Taman Bacaan Masyarakat Indonesia bisa mewujudkannya.


