Pegiat Literasi di Taman Bacaan Masyarakat Harus Menulis

Data terakhir menurut Dr. Adin Bondar, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI, jarak ketersediaan buku sekarang semakin pendek, yaitu 1 buku ditunggu 11 orang. Sewaktu saya ditetapkan jadi Duta Baca Indonesia 30 April 2024, 1 buku ditunggu 90 orang!

Sering mendengar dari para pegiat literasi di TBM, bahwa mereka tidak mau menulis fiksi (novel, cerpen, puisi). Menulis itu bukan harus menulis puisi dan prosa (novel, cerpen) tapi bisa juga menulis biografi, autobiografi, resensi buku yang sudah dibaca, potensi lokal daerahmu, kisah inspiratif dari dirimu sendiri atau orang lain yang jadi relawan di TBM itu sangat inspiratif. Menulis buku-buku kecakapan hidup (how to) juga sangat bagus.

Ya, menulislah karena sebagai pegiat literasi di TBM tentu harus menunjukkan karya dari praktik baikmu sebagai pembaca. Jangan kalah denan komunitas baca lainnya seperti Forum Lingkar Pena yang anggotanya rajin menulis buku. Kita di TBM jangan mau kalah.

Kita harus jadi suri tauladan bagi warga belajar yang datang ke taman bacaan. Apalagi usia Forum TBM-nya sejak 2005 sudah jadi mitra Kemdikbud RI. Menulis akan memberi inspirasi kepada orang-orang di sekitarmu. Syukur-syukur mendatangkan manfaat dalam nilai ekonomi yang besar seperti yang saya alami bersama relawan Rumah Dunia. TBM Wadas Kelir di Purwokerto juga begitu. Di TBM kamu? (*)

Gol A Gong – Penasihah PP Forum TBM

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==