Biasanya kita sering diskriminatif terhadap karya tulis, terutama di wilayah fiksi. Sering orang mengjek, bahwa novel karya si Fulan itu bukan sastra, tapi fiksi populer. Terlebih jika novel itu best seller dan difilmkan.

Saran saya kepada para penulis pemula, jangan hiraukan tanggapan nyinyir itu. Menulis saja. Ya, menulis. Tuangkan kegelisahanmu atas lingkungan. Kau bebas membidik pembaca yang mana. Yang penting tidak menjiplak.
Untuk menguji karyamu itu, irimkan ke penerbit. Jika kemudian diterbitkan, mendapatkan royalti karena dibeli orang, bersyukurlah dengan cara menulis novel berikutnya. Jika ada yang tidak suka, tidak apa, karena sastra itu tidak bisa memuaskan semua orang. Sastra bukan pemuas nafsu. Selamat menulis.
Gol A Gong


