30 menit perjalanan, akhirnya aku sampai di alun-alun dan langsung ke Bale Budaya Pandeglang. “Dit, Fajri di depan gedung, ini lagi ketemu sama paniti acaranya,” ujarku saat ditelepon Adit.

Aku dan Adit duduk di depan teras gedung, sembari memperkenalkan diri kepada panitia.
“Acaranya mulai jam berapa, Pak?” tanya Adit kepada Pak Imran.
“Paling abis Maghrib, kita sedang persiapan dulu.”
Sembari menunggu waktu Maghrib datang. Aku dan Adit pergi ke rumah Dani, sekedar silaturahmi dengannya, kebetulan rumahnya dekat alun-alun Pandeglang. Kami berbincang hangat mengenai banyak hal, tentang pendidikan, karir, dan pengalaman hidup.

“Dan, udah lulus belum?” tanya Adit.
“Belum, Dit. Ini masih ngerjain bab 4.”
Adit mengajak kita untuk makan di Seblak Umi, yang berada di daerah Cihaseum, Kecamatan Pandeglang.
“Kita berangkat abis Maghrib aja, ya. Selepas itu langsung ke Bale Budaya,” ungkapku.



