Perjalanan dari Alun-Alun, Warung Seblak, Hingga Bale Budaya Pandeglang

Teman-teman yang lain pun ikut menyusul ke Seblak Umi, Fahrowi, Laela MA, Indra, Farhan, Ulum, Syahrul, Imam, dan Dani. Hitung-hitung reuni karena jarang sekali bisa kumpul seperti itu.

Kehidupan yang terus berjalan, telah mengantarkan masing-masing di antara kami, pada jerih payah dan harapan yang sedang diperjuangkan. Pergaulan, pendidikan, pekerjaan, dan pengalaman hidup, silih berganti diceritakan oleh mereka.

“Gue ngajar TK di deket rumah,” kata Ale saat ditanya oleh Indra.
“Gue kerja di bawah perusahaan pertamina, anak bungsunya mungkin,” ujar Adit saat ditanya Fahrowi.

Selepas makan, kita langsung menuju Bale Budaya. Dari kejauhan, aku melihat film sudah diputar. Para peserta duduk manis di antara tikar biru yang sudah digelar oleh panitia.

“Kita telah, nih. Udah mau hampir selesai filmnya,” kata Laela sedikit kecewa.
“Padahal seru, kayanya,” timpah Fahrowi ikut merasakan kekecewaan.

Selepas pemutaran film, acara berlanjut dengan diskusi bertemakan “Masyarakat Adat”. Aku yang kebetulan dari jurusan Sejarah, sangat antusias mendekat dan bergabung dengan peserta lainnya.

“Bagi para peserta. Ada pertanyaan nih, apa pengertian dari masyarakat adat?” ujar moderator.
“Yang bisa jawab, tersedia 3 buku menarik,” lanjut moderator.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==