Sekali lagi, segala kritikan itu biarkan saja. Ucapkan terima kasih, kalau perlu. Puisi itu pengalaman puitik penulisnya. Nanti puisi yang kamu tulis akan menemukan pembacanya. Ini puisi saya:

KEHILANGAN KIBLAT
Sorban putih lusuh mencari-cari siapa pemiliknya di luar masjid jalanan rusuh air wudhu telah kembali kepada-Nya
Orang-orang panik kehilangan kiblat di menara masjid adzan dikasetkan udara dihiasi ayat-ayat sesat masa depan menuju pintu kematian
*) Serang, 29 Oktober 2020
Pasti ada yang suka dan ada yang tidak. Yang paling penting, saya sudah plong dan bahagia menuliskannya.

