Puisi Minggu: 7 Puisi Putra Hanuddin Tentang Cinta dan Perempuan

Puisi pertama:

Rumah: Gia Dan Sepasang Anak Anjing
26 November 2022

Segelas kopi dingin di ruang tamu terasa hangat
Tentang gitar yang mengalun pada ujung rambut sepundakmu
Basa basi abadi

Sambil menunggu lagu selanjutnya, kuperhatikan ujung celanamu yang terlipat
Ternyata di situ ada masa lalu yang penasaran
Sepertinya kedua kaki beradu dingin dengan kopi tadi
Semakin banjir lukisan bukit alami
Kata asap rokok yang keluar dari telinga laki-laki di sebelahmu;
“Berangkat pulang ke rumah, membawa berita anak gembala. Berbentuk hasil kamera.”
.
(Tulisan ini lahir di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan, Bandung)

Foto gratisography

Puisi kedua:

KEPADA ZAZA YANG (TIDAK) KASATMATA
23 Juni 2023

Saya rindu kamu.

Kontakmu tidak lagi saya pin.
Nomormu tidak lagi saya ping.

Seperti cerita yang telah terduga.
Kita menjadi harap yang saling mengasingkan rasa.

Kalau bertanya bahagia, jawaban kita sama.
Keputusan berpisah juga adalah kesimpulan bersama.

“Keputusan berdua adalah omong kosong.” Pendapatmu.
“Iya, mencoba mencintaimu adalah kebahagiaan saya.” Batin.

Kita hanya sepasang bocah.
Kamu gadis kecil lucu, saya pura-pura lugu.

Tebak adalah kata yang paling tepat.
Kamu adalah sosok yang mudah tertebak.

Judul tulisan ini adalah wujud saya sekarang.
Entah ini terakhir kali atau doa baik yang selama ini saya ucapkan bukanlah doa terbaik.

Terimakasih sudah mengajak saya tidur di atas awan.

Sampai jumpa dalam senyum berikutnya.

Foto gratisography

Puisi ketiga:

niù
:INGATAN
2 Juni 2023

Pukul dua berlomba menuju langit
Siapakah yang tiba duluan?

Saya yang telah digeprek menjadi pemenang atau kamu yang dilindas ban yang tidak selamat sampai tujuan?

Sama-sama berserakan
Sama-sama teratakan
Sama-sama semestakan

Bagian mengenang

Cacing tanah keluhi tulang iga
Burung gagak kelahi menara tiga

Sarang semut merayap mewah
Tahi lalat di pipi tahu, merah

Sama-sama tahu, rencana untuk menjadi menang
Sama-sama tabu, renjana untuk menjadi sayang
Sama-sama tapuk, rentetan arah pulang
Sama-sama lapuk, rintisan batu arang

Jatah pengenang

Seserahan seporsi syomay
Menggantikan bakso tahu goreng
Aroma minyak
Bismillah, semoga halal

Foto gratisography

Puisi keempat:

LOST
4 Mei 2023

Kita harus menjelaskan bayangan?
Bayangan saya mirip dengan wujud yang kalian saksikan. Bedanya bayangan saya lebih gelap dan selalu hitam.

Yah, bayangan saya selalu hitam.

Saya hilang.

Banyak hal yang saya senangi untuk eksplorasi. Berbagai tempat aneh selalu menjadi hal menyenangkan bagi bayangan saya sendiri. Saat malam tiba, ada kerajaan yang selalu lahir di dalam diri saya sendiri.

Saya sesat.

Saya banyak jalan. Baik fisik maupun pikiran. Syarat utama jalan bersama saya adalah jangan pernah tanyakan tujuan. Sebab saya akan memilih diam. Tiba-tiba saja saya tiba di kerajaan orang lain.

Saya sepi.

Ada informasi buat kalian yang mendengarkan. Wujud saya yang kalian lihat saat ini, sebenarnya adalah bayangan asli saya.

Foto gratisography

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==