“Saya merasa senang, bahagia, dan bangga bisa menjadi bagian dari Kelas Menulis Rumah Dunia”, ucap Hawa salah satu peserta paling muda. Mereka yang telah hadir, diberikan kesempatan untuk bersuara atau memilih tema yang diminati. Oleh karena itu, dicari suara terbanyak sebagai keputusan terakhir. Hasil musyawarah yang telah dilakukan para peserta, yaitu membuat karya essai dengan tema sosial-budaya.

Adapun format untuk penulisannya, antara lain: menggunakan kertas B5, huruf Times New Roman, ukuran 12, dan spasinya 1,5. “Untuk pengiriman atau hasil tulisan, dikumpulkan tanggal 25 Juni, kemudian nantinya dikoreksi oleh para mentor, yang sudah diatur oleh penanggung jawab dari peserta kelas menulis,” ucap Naufal, relawan Rumah Dunia sekaligus penanggung jawab kegiatan tersebut.




