Tidak penting lagi keberadaan nenek sihir, atau alur cerita hingga dua anak itu sampai ke hutan. Pokoknya ada kisah mereka menemukan rumah kue. Hari ini hiasan rumah kue harus berbeda dengan cerita kemarin, begitu pula esok hari harus berbeda lagi. Kami harus memutar otak mencari berbagai jenis makanan yang bisa dijadikan bahan cerita penghias rumah kue. 😂

Masih kuingat bagaimana anak-anak berebut “mengambil” cherry yang menghiasi atap rumah kue. Ada saatnya mereka ribut karena tidak ingin saudaranya merebut cherry yang diincarnya. Ada yang protes saat seseorang berkata akan memakan pilar rumah yang terbuat dari stik coklat, karena khawatir rumah kue roboh. 😂
Setelah anak-anak terpenuhi imajinasinya, barulah kami menyelipkan pesan-pesan moral melalui tokoh-tokoh cerita.



