Kebanyakan mereka yang bermasalah adalah anak-anak yang mungkin kurang mendapat perhatian atau kasih sayang di rumah sehingga mereka menjadi liar dan ingin eksistensinya diakui.

Lalu dengan cara apa keberadaannya diakui?
Yang paling umum terjadi adalah vandalisme pada tembok-tembok kota yang biasa disebut sebagai sesuatu yang negatif. Padahal itu seni mural atau grafiti.
Lalu dengan cara apa agar eksistensi mereka bisa mendapatkan apresiasi?

Ya, solusi sederhananya dengan memberi kesempatan kepada mereka untuk berkarya. Bukan soal apakah karya mereka sudah bagus atau belum, tapi sudahkah dimulai atau sekedar wacana saja.
Merdeka belajar mengajarkan kita banyak hal di antaranya bagaimana sikap kritis mereka dituangkan ke dalam karya kreatif. Beragam bentuknya. Bisa lewat membuat film pendek, bermain Teater atau membuat karya seni rupa .

