Gempa Literasi di Sekolah

Gempa Literasi adalah gempa yang menghancurkan kebodohan dan membangun peradaban baru. Menu utamanya pelatihan menulis esai, cerpen, atau novel best seller, dan seminar literasi. Menu tambahannya pembacaan puisi. Sebelum pandemi Covid-19, saya menyulut Gempa Literasi ke sekolha-sekolah di seluruh Indonesia. Selama work from home ini beberapa sekolah menyulutnya secara daring. Jika Corona berlalu, silakan kontak Tias Tatanka di 0819 06311 007. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Gempa Literasi Bersama Gol A Gong

Gempa biasanya tektonik atau vulkanik. Kedua jenis gempa itu menghancurkan segalanya. Tapi “Gempa Literasi” adalah gempa yang menghancurkan kebodohan dan membangun peradaban baru lewa literasi. Saya sudah menyulut “Gempa Literasi” di seluruh pelosok kota Indonesia bahkan Asia.

Silakan menghubungi 0819 06311 007 jika ingin mengundang saya. Menu utamanya pelatihan menulis, bisa esai, cerpen atau novel best seller. Menu tambahannya pembacaan puisi. Seminar literasi juga boleh. Saya bisa berbagi tentang bagaimana caranya mengelola komunitas literasi seperti Rumah Dunia. (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Jika Mengundang Gol A Gong Bukan Sekadar Pelatihan Menulis

Ya, jika mengundang Gol A Gong sebagai mentor pelatihan menulis bukan sekadar pelatihan menulis. biasanya Gol A Gong akan membuka dengan pembacaan puisi. Peserta juga boleh tampil. Itu adalah menu pembuka Gempa Literasi.

Setelah itu ada menu pembuka lainnya, yaitu tentang literasi keluarga. Gol A Gong akan membagikan pengalamannya di rumah, bagaimana Bapak dan emaknya menyediakan perpustakaan di rumah. Kehidupan rumah tangganya bersama Tias Tatanka dan keempat anaknya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sayap Itu Kata-kata

Saya mengingat-ingat foto di album Museum Literasi Gol A Gong. Foto ini diambil di Trans Mall, Surabaya, Agustus 2017. Saya dan keluarga Tour Gempa Literasi se-Jawa. Saya dan Tias menyetir mobil gantian, selama sebulan. Putri pertama tidak ikut, karena sibuk di kampusnya di Tiongkok. Putra kedua kami yang sekolah di Abu Dhabi pulang liburan dan nge-rap di setiap kota yang kami singgahi.

Hotel tempat kami menginap persis di depan Trans Mall. Kami refreshing, bersenang-senang setelah hampir 3 minggu di perjalanan, menempuh berbagai kota dari Serang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Yogya, Solo, Ngawi, Jombang, Mojokerto, dan Surabaya. Rasa lelah terobati dengan nonton, makan enak, ber-wefie-ria.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Gempa Literasi Anyer – Panarukan

Kompas dengan Ekspedisi Anjer-Panaroekan, 2008. Kami di Komunitas Rumah Dunia dengan Tur Gempa Literasi Anyer-Panarukan, 2014. Terima kasih Forum TBM, Forum Lingkar Pena, dan komunitas literasi yang sudah mendukung gerakan literasi lokal ini. Terutama Yudhistira Juwono dari Yayasan Tunas Cendekia, yang sudah meminjamkan mobil kepedulian kepada kami. Kedua buku ini jadi kolkesi Museum Literasi Gol A Gong.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kangen Menyulut Gempa Literasi, Corona Kapan Kau Pergi?

Selama ini gempa yang kita kenal adalah gempa tektonik dan vulkanik, yaitu gempa yang menghancurkan peradaban . Lombok belum berlalu, Donggala dan Palu menutup September 2018 dengan gempa 7,4 SR. Hidup harus terus diperjuangkan dan berlanjut. Kemudian erupsi anak gunung Krakatau Desember 2018. Paling baru, dentuman Krakatau Sabtu dini hari 11 April 2020. Kini pandepi Covid-19, sejak Februari 2020 hingga tulisan ini saya buat, 3 November 2020.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Quo Vadis, Kang Opik dan Forum TBM 2020-2025

Saya ingat, saat itu Pak Danu (Dr. Hurip Danu Ismadi) dari Kemdikbud RI, datang ke Rumah Dunia di Serang Banten akhir 2004, menawari dana hibah Rp. 25 juta dan saya ikut bursa pemilihan Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat 2005 – 2010. Organisasi Mitra Pemerintah! Saya masih “alergi” dengan yang berbau pemerintah. Komunitas Rumah Dunia beberapa kali menolak tawaran dari APBD dan APBN, karena selalu diembeli “setor” sekian persen kepada oknum di Dinas Pendidikan di Provinsi Banten, yang kita tahu dikuasai Dinasti Atut-Wawan yang sangat korup. Terbukti sepulang Pak Danu dari Rumah Dunia, ada oknum dari Dindik Provinsi Banten yang menelepon saya dan menawari dana hibah asalkan siap dipotong Rp. 6 juta.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5