membaca harus dikembalikan kepada jalurnya yang benar, pada filosofi yang lurus. Membaca harus dilakukan dalam koridor nama Tuhan seperti termaktub dalam Al Qur’an surat Al Alaq ayat 1. Ayat pertama yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ. Antara “bacalah” dan “dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Risalah 2025: Bacalah, dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan






