Istriku tidak mengizinkanku solo traveling. Jordy – putra ketiga, siap menemaniku traveling ke Indocina, Asia Tengah, dan Eropa Timur.
Gong Traveling 2: Jordy Siap Menemaniku Traveling

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Istriku tidak mengizinkanku solo traveling. Jordy – putra ketiga, siap menemaniku traveling ke Indocina, Asia Tengah, dan Eropa Timur.

Kali ini saya menugaskan Jordy dan Natasha menulis buku catatan perjalanan. Mereka siap menulis. Nanti akan saya turunkan semua ilmu menulis yang saya punya kepada mereka. Dan selama dalam perjalanan nanti, kami akan melaporkan dalam bentuk video pendek serta status di medsos.

Tugas akhir Jordy bikin film setelah pulang menemani saya backpacking ke Indochina, Asia Tengah, dan Eropa Timur pada Januari sd Februari 2026.

Sewaktu si bungsu kecil, sekitar usia 8-12 tahun, sudah saya ajak traveling se-Jawa, Sumatera, dan Singapura. Sekarang saya ajak menemani traveling ala backpacker ke Indochina, Asia Tengah, dan Eropa Timur.

Di masjid Al-Anam inilah aku jatuh hati. Setiap sholat aku selalu mampir ke masjid ini karena masjid Al-Anam tempatnya luas dan nyaman serta aman. Parkirannya luas dan ada tukang parkirnya, jadi tak perlu khawatir jika ada kehilangan barang ataupun kendaraan.

Sungguh moment yang sangat indah, apalagi hanya eyanglah nenekku satu-satunya yang aku punya. Jadi aku tidak mau menyia-nyiakan waktu kebersamaan, mumpung masih hidup.

Sewaktu aku kecil, setiap malam aku selalu dibacakan buku dongeng oleh kedua orang tuaku. Dari situlah aku bisa tau seisi dunia serta alam semesta.

Tugas script writing di semester 5, sebenarnya aspek-aspek yang dipelajari sudah sangat kompleks.
Aspek-aspek yang dimasukkan itu ada story design, latar belakang, tujuan mengangkat ceritanya, writer statement, premis, logline, sinopsis pendek, sinopsis panjang.

Mas Riza menerangkan materi tentang teknik editing. Yang dipelajari tadi tentang ritme waktu, ruang, dll. Ternyata semua aspek-aspek di teknik editing harus dikomposisikan dengan benar dan teliti. Tujuannya agar film menjadi enak ditonton.

Menjadi anak Gol A Gong dan Tias Tatanka. Tanpa berniat membeda-bedakan, aku sangat bersyukur dilahirkan dari mereka karena dengan metode yang digunakan, aku bisa menghargai manusia tanpa menyakiti perasaannya. Mungkin suatu saat nanti jika aku sudah menikah, metode ini akan aku gunakan untuk keluarga kecilku.

Moment-moment seperti traveling bersama keluarga inj yang aku butuhkan dalam hidupku, karena aku bisa mendapatkan alur-alur cerita, mendapatkan peristiwa, mendapatkan konflik, mendapatkan gambaran gambaran Character dalam ide cerita.

Suatu saat nanti, setelah Scene Project berpisah, aku harap semoga tetap saling menjaga silaturahmi satu sama lain, menjaga komunikasi satu sama lain, mengajak terlibat di satu project satu sama lain, semoga bisa sukses satu sama lain tanpa harus ada yang menjatuhkan.

Pokoknya, mereka berdualah – Accordian dan Kharis – yang mewarnai kehidupan aku di tanah rantau, tanpa mereka mungkin aku tidak akan betah untuk merantau. Terimakasih Accordion dan Kharis. Mereka juga selalu memberiku semangat dan ngingetin jika aku salah.

Jika sudah mendapatkan gagasan awal sebuah cerita, tahap selanjutnya bisa dengan cara mewawancarai masyarakat sekitar, mewawancarai pedagang kaki lima, mewawancarai siapapun itu.

Setelah isoma, kami lanjut syuting lagi. Aku mencoba kembali untuk menerbangkan drone, akhirnya bisa diterbangkan. Di situ kesempatanku unttuk memaksimalkan waktu buat mengambil footage drone. Aku dan bang ucen ke sana ke mari, dari siang hingga sore baru selesai mengambil footage.

Film ini aku persembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta. Pada saat prosesnya aku meminta kepada orang tuaku untuk merekam suaranya, yang akan aku masukan kedalam voice over.

Apakah aku boleh mengucapkan hari valentine? Jika tidak, aku tak mempedulikannya. Selamat hari valentine untuk semua orang yang merayakan. Ucapku hanya sebata menghargai.