Tapi aku kepada Tias isteriku, sebagai suami aku tidak akan menyakiti. Tias tentu akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah karena ikhlas bahwa aku adalah milik Emak. Diriwayatkan HR. Muslim, seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muammad SAW, “Siapakah yang berhak terhadap seorang anak laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya”

Tias adalah wanita yang menemani kehidupanku, api Emak yang memberiku kehidupan. Kita pasti menenal ada bekas istri, tapi tak ada bekas ibu! Tapi bagiku, tidak ada bekas keduanya.

Seperti diriwayatkan HR Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda,”Seandainya aku (dibolehkan) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain maka pasti aku perintahkan seorang anak untuk sujud kepada ibunya.”
Ridho Allah bagi anak laki-laki adalah ridho dari ibunya. Itulah kenapa setiap hendak melakukan pekeraan, aku selalu minta restu kepada Emak, juga kepada isteriku.

Aku sadar, aku tidak akan mampu membalas jasa-jasa dan kemuliaan Emak kepadaku. Aku hanya bisa melakukan: tidak mendurhakain Emak seperti halnya Malin Kundang.


