Kamu termasuk orang yang lebih peduli pada omongan orang lain? Suara hati sendiri dilupakan? Introspeksi, dong.
Quote Tam Lihe: Introspeksi

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Kamu termasuk orang yang lebih peduli pada omongan orang lain? Suara hati sendiri dilupakan? Introspeksi, dong.

Kebebasan finansial di dapat melalui usaha. Menjadi wirausaha dan berinvestasi. Segera bangun usaha dan jadikan usaha itu terus bertumbuh, berkembang dan tentu bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Wulan dan Fahri adalah cerita tentang kita. Hidup memang penuh misteri.

Aku melarang diriku untuk bosan, sebab aku pernah bilang ke hubby saat ia mengajak membuat sebuah tempat yang kelak kemudian bernama Rumah Dunia.

Ardian Je, relawan dan penulis Rumah Dunia menceritakan pengalaman pertamanya traveling ke Singapura. Ternyata makan di langit tidak bisa dilupakannya.

Sebelum masuk ke Fery, kami diwajibkan dulu untuk mengisi formulir ICA (Immigration and Checkpoints Autority). Kapal berlayar selama kurang lebih 45 menit. Ada wawancara sebentar saat pemeriksaan dokumen paspor di pelabuhan Singapura. Alhamdulillah lolos.

Naufal Nabilludin adalah relawan Rumah Dunia. Dia kuliahdi FISIP Untirta Banten dan mengikuti pertukaran mahasiswa di Uniersitas Goontalo. Dia membagikan pengalaman cita rasa kulinernya.

Denni Meilizon, tinggal di Simpang Empat Pasaman Barat. Silakan menikmati 8 puisinya di hari Minggu yang cerah ini. Jangan lupa, seduh kopinya ya.

Kita bisa memasukkan peristiwa mengecat pagar ini ke salah satu bab. Tinggal kita ganti nama para tokohnya. Misalnya Abdul Salam kita ganti dengan tokoh fiksi kita yaitu “Syaifullah”

“Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya,” kata Nabi Muhammad SAW.

Kulinerannya jangan jauh-jauh. Dapur Meneer di Sempu, cozy banget. Banyak spot foto yang instagramable.

Pohon-pohon ditebangi, dijadikan kursi. Kursi-kursi diperjualbelikan, sesama teman bahkan sahabat saling sikut, berebut kursi.

Dakwah lewat puisi. Kali ini Miftah Rahmet memulai debutnya sebagai penyair Rumah Dunia. Anak-anak Gaza dituangkannya dalam puisi. Seduh kopinya.

Aku mau balas kesal, tapi paham kondisi beliau sedang menahan nyeri. Gak guna mara-mara sama penderita sakit gigi, kan.

Kepada semua yang membaca, giginya dijaga. Jangan terlalu sering makan-minum dari panas ke dingin. Dan rjin gosok gigi.

Menulis itu gampang. Sekarang saya jadi Duta Baca Indonesia. Saya memiliki tanggung jawab moral untuk mengampanyekan literasi baca-tulis. Di akun YouTube saya – GolAGong TV

Dakwah lewat puisi. Kali ini tentang Perjalanan manusia, siapa yang tahu? Begitu pun cinta. Nikmati puisi ini.