Kata Bapak, “Jika kamu punya kekurangan kemudian kamu bersedih ketika teman-temannmu meledekmu, maka itu biasa. Yang tidak biasa itu jika kamu menanggapinya dengan senyuman.”
Baca, Olah Raga, dan Cerita

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Kata Bapak, “Jika kamu punya kekurangan kemudian kamu bersedih ketika teman-temannmu meledekmu, maka itu biasa. Yang tidak biasa itu jika kamu menanggapinya dengan senyuman.”

Setiap datang ke sebuah kota untuk kampanye membaca dan menulis, sebagai Duta Baca Indonesia kadang harus menyesuaikan kostum. Seperti di foto ini, dengan kain Sumba.

Rumah Dunia bergerak di jurnalistik, sastra dan film. Maka setelah membaca, ya, menulis. Itu harga mati. Tidk cukup hanya sekadar membaca tapi harus berdampak ekonomi. Itu sebab menulis bukan sekadar hobi, tapi dijadikan profesi untuk menafkahi hidup.

Kami dalam keadaan marah, kesal, geram karena Banten (minus Tangerang) yang dekat dengan Jakarta tapi tertinggal jauh di segala bidang. Gagasan Rumah Dunia muncul dari diskusi-diskusi kecil kami.

Dengan cinta dan kesetiaanku, Rumah Dunia, selamat menjadi ruang tempat kami bertumbuh dan meranumkan diri. Tak akan kulepaskan kau walaupun sakit menderamu.

Maka jangan heran jika di negeri ini tidak lahir novel sekelas Harry Potter dan Narnia karena dibatasi oleh kaum akademisi dan agamawan. Kita bisanya hanya membuat film-film horor, karena itu dianggap sudah jadi bagian dari legenda, yang melekat di hati masyarakat. Padahal di film horor juga ada fantasinya; hantu bisa terbang.

aku diajak untuk mengikuti screening proyek sekaligus pembubaran kepanitiaan.

Akhir tulisan ini. Persis di ulang tahun ke-23, kami semua di Rumah Dunia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang selalu mendukung. Hanya gusti Allah yang bisa membalasnya. Insya Allah, apa yang sudah kita lakukan di Rumah Dunia adalah bekal kita di akhirat kelak. Aamiin.

Puisi itu ditulis Tias Tatanka di Serang, 20 Agustus 1986, sebulan setelah resmi jadi istri saya. Puisi itu kemudian menghantui saya. Pelan-pelan, apa yang Tias tulis di puisi itu, kami wujudkan sama-sama di sebidang tanah seluas 200 M2 di kampung bernama Ciloang – persis di halaman belakang rumah
Pohon lengkeng, saya tanam. Pohon mangga juga.

Saya sendiri kaget ketika menyadari hari Senin ini 3 Maret 2025. Saya terlempar ketika para relawan yang bergabung di Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan pertama, berkumpul membuat organisasi Rumah Dunia pada tanggal tersebut. Selamat ulang tahun ke-23, Rumah Dunia.

Di puisi “Euthanasia” (halaman 13) ini, Sitok justru memasukkan diksi Napoli, Pompeii dan Vesuphius. Ini saling terkait. Kita tahu Vesuphius adalah satu-satunya gunung berapi aktif di Eropa Daratan yang terletak di sebelah timur Napoli, Italia. Pada tahun 79, letusan gunung ini menghancurkan kota Pompeii.

Puasa 2025 jatuh pada hari 1 Maret 2025. Semoga kita bisa melaluinya dengan kebahagiaan. Saling mendoakan agar selamat dunia dan akhirat.

Di puasa ramadan 2025 ini, keempat anak kami sudah bertebaran di 4 kota berbeda; Jakarta, Abu Dhabi, Jogja, dan Bandung. Mereka kami suruh bertebaran di muka bumi. Kami berdua makan sahur, merindukan mereka.

Sahur Pertama di Ramadan 2025. Keempat anak kami tinggal di 4 kota berbeda. Saya dan Tias berdua dikepung kangen dan teringat masa kecil keempat anak kami. Tak ada lagi acara membangunkan mereka. Tak ada lagi sahur bersama di meja makan. Pada akhirnya, kita akan kembali berdua, kemudian sendiri.

Cerpen Gigi Palsu Emak sangat kontekstual. Serupa kita yang memercayai bahwa arwah masih gentayangan selama 40 hari. Ada tradisi mistisime yang beredar walaupun sudah di era digital.

Saya mohon maaf, yang tersisa hanya Puisi Minggu dan Puisi Esai Gen Z yang dihonori Denny JA Foundation. Untuk Traveling, Layar Bioskop, Rak Buku, Fiksi Mini, Cerpen Sabtu, tidak dihonori. Tadinya Badan Bahasa akan support honorarium Cerpen Sabtu tapi batal karena soal penghematan. Proposal iklan juga sudah kami kirimkan ke Bank Indonesia tapi gagal. Adaro Energy belum memberi jawaban. Honda Banten tetap support iklan, hanya cukup untuk redaksi.

Pak Kades dan staf perpustakaan desa menyambut kami. Terjadilah diskusi tentang program Hari Buku Nasional 17 Mei 2025 nanti. Jika semuanya berjalan langkar, Perpus desa Ragawacana akan menyelenggarakan Festival Literasi Mei 2025.