Inkoktober 5 ini tentang binoculars. Tentu tentang bagaimana kita meneropong melihat dunia dan diri sendiri.
Inkoktober 5: Binoculars

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Inkoktober 5 ini tentang binoculars. Tentu tentang bagaimana kita meneropong melihat dunia dan diri sendiri.

Pernahkah kamu mengamati dengan cermat kotamu? Kampung halamanmu? Pernahkah kamu menyadari, bahwa pemimpinnya tidak amanah, jalanan rusak, sampah bertebaran di mana-mana, dan ko fasilitas publik yang tidak ada? Itulah bahan-bahan untuk menulis puisi.

Jadi aku berusaha konsisten, salah satu caranya adalah mengisi pikiran dengan zikir. Kupikir, dengan begitu waktuku nggak akan sia-sia. Aku berkarya tanpa melupakan yang telah memberiku ilham. Sebutlah aku naif, tapi demikian caraku mengerjakan sampai drawing selesai.

Ya, lelaki harus pergi. Banyak tradisi di Nusantara yang mewajibkan lelaki pergi merantau. Di suku Minangkabau, misalnya. Filosofi alam takambang jadi guru – alam raya …

Setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan kulinernya. Khas Nusantara. Seperti tradisi makan rujak u groeh sebelum makan di Aceh. Semacam menu pembuka. Pernah nyoba?

Media online golagongkreatif dot com mulai bergulir pada saat Pandemi Covid-19, Mei 2020. Sudah 4 tahun. Semoga tetap bertahan dan makin banyak sponsor atau donatur.

Secara psikologis, Timnas kita di baah tekanan. Sedangkan Timnas China sangat diuntungkan. Mereka punya filosofi, “Boleh kalah sama Aussie dan Japan tapi tidak kalah oleh Indonesia.”

Ini buku ketiga yang saya inisiasi sebagai Duta Baca Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke menuangkan gagasannya tentang bagaimana seharusnya Duta Baca Daerah dan Indonesia berkiprah.

Duta Baca Daerah atau Indonesia harus menjadi tauladan bagi masyarakat dalam 2 hal, yaitu membaca dan menulis. Sebagai Duta Baca Indonesia, saya menginisiasi penerbitan 3 buku ini, berkolaborasi dari pegiat literasi dan Duta Baca Indonesia.

Rata-rata waktu membaca orang Indonesia adalah 1 jam 37,8 menit per hari, atau 9 jam 56 menit per minggu. Dari 24 jam jika kita urai adalah: 8 jam tidur, 8 jam bekerja, 1 jam 30 menit membaca, sisanya 7 jam dipakai untuk sosialisasi seperti kumpul dengan teman, nonton, ke pasar, dan berkunjung ke rumah saudara. Belum ideal, tapi lumayan.

Banyak penulis nonfiksi hingga fiksi sekalipun yang bisa menyelipkan ilmu pengetahuan dengan pendekatan budaya lokal, yang dapat dibaca dengan menyenangkan. Seperti karya-karya Gol A Gong contohnya. Para penulis lokal hanya memerlukan wadah yang bisa menampung karya mereka dengan baik.

Kota yang kita sayangi kadang dirusak oleh satu golongan, segelintir orang dengan satu kepentingan besar, yaitu memperkaya diri dan melanggengkan kekuasaan.

Boots adalah perjalanan. Bagiku boots sudah membawaku ke 11 negara, mencoba mengenali diriku sendiri.

Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah kini sudah 2 bulan bergulir. Tidak hanya di Banten, tapi juga ke Ternate, Pontianak, Banjarbaru, dan Jambi. Mataram menyusul. Kota kamu, berikutnya?

Biasanya aku anti makan bumbu. Sebelum makan aku akan sibuk menyingkirkan kepingan bawang, bumbu umbi-umbian, bahkan daun bawang juga kupisahkan ke pinggir piring. Tapi kali ini aku nggak peduli, kecuali umbi-umbian, cengkeh, dan daun jeruk yang tetap kubuang, semua bahan kulahap.

Tadi kalah dengan China. Tentu kecewa. Tapi, wasit sudah cukup adil dan pemain kita sudah all out. Saya lihat, pemain timnas China memiliki motivasi yang …

Jadi saran saya, bangun saja literasi keluarga yang sehat di rumah. Jangan menyudutkan anak-anak Gen Z dan Gen Alpha. Tapi sebagai orang tua mulai rajin mencontohkan dengan membeli dan membaca buku minimal 1 saja setiap bulannya. Sediakan satu rak di sudut ruangan. Ingat ceramah terbaikmu adalah perilakumu. Maka mulailah membaca buku (cetak dan digital) secara atraktif di depan anak-anak.