Sementara, sekolah punya perpustakaan sendiri, punya guru-guru pegiat literasi termasuk pustakawannya, plus murid-muridnya yang dekat dengan akses buku.
Kalau mau berlelah sedikit, mobil puskel harus dibawa jauh dari zona sekolah, ke kantong-kantong literasi yang dikelola masyarakat, atau ke pelosok kampung yang belum terjangkau layanan puskel. Anak-anak di sana sedang menunggu dengan rindu buku-buku yang bersampul rapi dan beraroma harum yang selama ini terpajang di rak-rak puskel itu. Ingin sekali dipinjam untuk dibaca.

Selain buku bergulir dari perpustakaan daerah, buku gratis juga bisa didapatkan dari gerakan wakaf buku orang-orang baik yang memiliki buku-buku berlebih, baik baru maupun bekas. Informasi media sosial menjadi penting untuk menggerakkan banyak orang turut peduli menguatkan komunitas baca, sehingga mau mendonasikan buku-buku yang dapat mereka usahakan, baik dengan cara membeli, menyumbangkan buku tak terpakai di rumah, ataupun dengan mengajak donatur lainnya untuk turut membantu.
Beberapa lembaga pemerintah secara rutin mendonasikan buku mereka setiap bulannya, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika RI melalui Pustaka Bergerak Indonesia menyalurkan majalah dan komik-komik untuk komunitas-komunitas baca di seluruh Indonesia. Majalah dan komik-komik dengan berbagai tema itu menarik dan sangat disukai anak-anak.

Cara lain mendapatkan buku gratis bisa melibatkan jaringan pertemanan yang lebih luas, baik kepada penulis, penerbit, toko buku, dan lainnya yang punya jatah buku promo untuk didonasikan, khususnya ke komunitas baca. Banyak penulis baik yang mendukung gerakan literasi di daerah, bahkan mereka menghubungkan komunitas baca ke penerbit atau toko buku, misalnya Gramedia, termasuk Balai Pustaka.
Di Sumatra Barat, beberapa komunitas baca mendapat bantuan buku dari Gramedia, berkardus-kardus isinya. Penulis, penerbit, dan toko buku yang berjiwa sosial ini tidak sedang merugi, tapi memberi keuntungan lain yang sangat besar dari kerja-kerja sosial mereka. Sekurang-kurangnya branding penerbit atau toko buku sudah didapat, selain doa-doa dan rasa syukur dari anak-anak yang memang selayaknya dibantu akses bacaannya.


