Cakrawala 29: Surga di Telapak Kaki Ibu

SAKIT JANTUNG
Aku tidak memedulikan Emak yang cemas. Bahkan itu terus berlangsung hingga aku remaja. Aku terus menyiksa Emak dengan tingkah lakuku. Bapak menjadi penengahku untuk meyakinkan Emak, bahwa aku  sebetulnya melakukan hal-hal baik.

Saat aku remaja, aku makin tidak terkendali. Bahkan kadang tidak pernah minta ijin, aku sudah berada di kota lain. Aku jarang ada di rumah. Aku mengibaraqtkan diriku ini Chairil Anwar yang bohemian atau Old Shaterhand yang menaklukkan padang prairi.

”Aku ini lelaki, Mak!” kataku. Aku ingin Emak menyadari, bahwa aku berbeda dengan keempat anak Emak yang lain. Aku ingin menghirup udara sepuas-puasnya. Pernah Bapak menunjukkan postcard candi Borobudur, aku ingin melihatnya. Akhirnya, Emak terkena penyakit jantung. Beberapa kali Emak masuk rumah sakit, karena memikirkan aku yang entah tidur dimana.

Lambat laun, Emak mulai melepaskan aku. Emak mulai memahami bahwa aku memilih belajar di kehidupan sesungguhnya; alam. Walaupun Emak jadi sering sakit-sakitan, petuhnya tidak pernah aku lupakan untuk bekalku di jalanan. Misalnya, aku hidup harus jujur, tidak boleh mengambil yang bukan hakku. Aku harus saling tolong-menolong.

”Terutama, kamu harus menghormati perempuan. Jika kamu sedang berada di kendaran umum, berikanlah tempat dudukmu pada wanita. Apalagi dia wanita hamil atau orang tua. Insya Allah, kebaikanmu itu nanti akan Allah balas kepada Emak dan saudra-saudara perempuanmu. Jika Emak dan saudara-saudra perempuanmu sedang di dalam perjalanan dan mengalami kesulitan, Allah akan mengirimkan orang untuk menolong kami. Itu adalah berkat kbaikan-kebaikan yang kamu tanam.”

Emak juga mengingatkan aku, jika aku kemalaman di dalam perjalanan, tempat yang paling aman untuk menginap adalah mesjid atau mushola. Juga kantor polisi. Meminta tolonglah pada mereka dengan kesopanan. Aku juga diingatkan untuk terus mendekat kepada Allah dengan cara sholat. Aku pikir, itu adalah nasehat-nasehat wajar dari orang tua. Aku selalu mengingatnya dan menjadi bekal di dalam perjalanan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==