Saya akui, memang secara sembunyi-sembunyi sering melanggar aturan dietnya. Lidah saya tidak tahan melihat kuliner setempat seperti gulai kepala ikan, sop buntut, nasi kebuli, nasi briyani, pecel, rawon. Padahal organ-organ tubuh saya sudah berusia 60 tahun. Harus disadari itu.

Saya akan bersetia – mengikuti saran-saran menu hariannya. Minuman dari daun handeuleum, suji, jahe, kunyit, laos, kencur, cincau, jus buah. Lauknya ikan, masih oke.

Kata Tias, “Sekarang kulit wajah saya halus dan bercahaya karena herbal.” Ehem. Memang pipi yang chubi jadi kurus.

Sebagai food lover, sudahlah, saya harus membatasi diri. Sudah 2 bulan tidak makan nasi, pengaruh ke tubuh sangat baik. Tinggal menambahi porsi olahraganya.
Selamat datang, herbal!
Gol A Gong


