Kantor Bahasa Banten Ajak Pegiat Literasi Studi Banding ke Rumah Dunia

Menurut Dodi, Rumah Dunia dipilih sebagai lokasi studi banding karena sudah menjadi role model komunitas literasi di Banten bahkan Nasional. Selain itu, Rumah Dunia juga konsisten mengadakan kegiatan literasi sejak tahun 2002.

“Semoga teman-teman bisa mengambil banyak ilmu dan pelajaran dari Rumah Dunia dan diterapkan di komunitas masing-masing,” ujar Dodi saat membuka acara.

Sebanyak 28 pegiat literasi yang berasal dari komunitas literasi di Banten antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Ada tiga narasumber yang menjelaskan bagaimana komunitas literasi Rumah Dunia bisa konsisten bergerak selama 21 tahun. Yaitu Tias Tatanka, Toto ST Radik dan Abdul Salam.

Materi pertama, diisi oleh Tias Tatanka, pendiri Rumah Dunia yang memaparkan bagaimana mengelola komunitas literasi seperti Rumah Dunia agar tetap eksis dan konsisten berkegiatan.

“Di Rumah Dunia, ada 7 pilar yang kami pertahankan sampai sekarang. Yaitu basecamp, SDM, koleksi buku, program, dana, publikasi dan dokumentasi, serta networking,” kata pendiri Rumah Dunia itu.

Setelah Tias Tatanka, Abdul Salam, Presiden Rumah Dunia berbagi bagaimana membuat program komunitas yang kreatif dan berdampak. Menurut Salam, program komunitas yang baik harus didukung oleh relawan yang militan dan punya komitmen tinggi.

“Kalau tidak ada relawan atau anggota yang akan menjalankan bersama-sama. Program yang dirancang akan sulit untuk berjalan dengan baik,” kata Presiden Rumah Dunia itu.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==