Kantor Bahasa Banten Ajak Pegiat Literasi Studi Banding ke Rumah Dunia

Selain itu, Salam juga menambahkan bahwa kepemimpinan, komunikasi, dan sikap tranparan juga merupakan hal yang penting untuk mendukung komunitas literasi memiliki napas panjang.

Setelah pemaparan materi oleh Tias Tatanka dan Abdul Salam di Auditorium Rumah Dunia. Toto ST Radik, pendiri Rumah Dunia mengajak peserta untuk berkeliling Rumah Dunia dan menjelaskan sejarah berdirinya komunitas yang sudah berkegiatan sejak tahun 90’an.

“Rumah Dunia yang sekarang teman-teman liat, dibangun dengan kerja keras dan jerit payah kami sejak tahun 90-an. Dimulai ketika saya, Gol A Gong dan Rys Revolta keliling memberikan materi jurnalistik dan sastra ke sekolah-sekolah dengan sukarela,” kenang pendiri Rumah Dunia itu.

Menurut Toto, membangun komunitas literasi dimulai dari hal kecil. Kemudian konsisten bergerak dan bertumbuh seiring berjalannya waktu.

“Perlu visi yang sama untuk membesarkan komunitas literasi,” jelas Toto.

Sementara itu, Lia Mulyasari pegiat literasi public reading house mengatakan sangat senang dan mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman terkait dengan sistem dan tatanan di komunitas literasi.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==