Membangun Nalar Kritis Bersama Orasi Literasi Rumah Dunia

Fazri menyampaikan tema soal “sawah” dengan gaya sebagai kepala desa yang bicara di depan warganya. Bang Rahmet mendapat tema “kacamata” dengan gaya sebagai guru yang berbicara di hadapan muridnya.

Terakhir Naufal, dengan tema “rumah” tanpa clue yang diberikan, Mas Gong. Ia komplen, “Nipen tadi bicara seolah jadi aktivis. Fazri sebagai kepala desa.”

Mas Gong tetap tidak menyebutkan Naufal harus sebagai apa. Katanya itu membuat dia bingung. Padahal itu kesempatan untuk bisa menjadi siapa dan apa saja. Bicara bingung semua juga sama, sama-sama bingung dan tertekan. Tapi menurut saya justru di situ terasanya belajar orasi literasi, dengan begitu kita benar-benar dilatih memiliki nalar kritis, Retorika, dan Mentalnya.

Saat berada di atas panggung, saya atau juga teman-teman menyadari betapa berbelit-belitnya penyampaian gagasannya karena faktor bingung, canggung dan sebagainya. Namun itu bisa dibenahi dari hasil nasihat-nasihat para hakim yang akhirnya dijadikan sebuah karya tulisan dalam bentuk esai.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==