Memilih Ketua di Kegiatan Anak-anak Rumah Dunia

Aku lalu menyerahkan 5 set krayon ke masing-masing ketua dan meminta mereka mengambil tempat. Kepada anak-anak yang tidak menjadi ketua kelompok, kuminta bergabung di kelompok yang mereka inginkan.

Ketua kelompok lalu melapor jumlah anggota dan diberi kertas HVS ukuran folio untuk menggambar. Kutitipkan pesan untuk disampaikan ke anggotanya, tema hari ini adalah menggambar ikan. Boleh ikan apa saja dan berada di mana saja. Pokoknya gambar ikan. Ikan goreng juga boleh. 😂

Ketika anak-anak menggambar, aku minta izin ke beberapa anak untuk pulang dulu. Kubilang, “Aku mau lihat Pak Gong dulu yang sedang pemulihan setelah operasi fistula. Siapa tahu perlu bantuanku.”

Di saat itulah aku seperti deja vu.

Awal 2002 adalah saat yang menggelora bagi aku dan hubby, memulai menggerakkan Rumah Dunia.

Nyaris tidak ada kata libur bagiku untuk menemani anak-anak yang datang ke Rumah Dunia.

Wisata dongeng Rumah Dunia, 2002

Ada saat-saat anakku sendiri yang saat itu baru dua orang – Nabila (3 th) dan Gabriel (2 th), kutinggal di rumah, sedang aku sibuk di komunitas literasi yang sedang butuh perhatian. Hubby waktu itu masih bekerja di RCTI dan pulang di setiap weekend.

Memang sih, Rumah Dunia di belakang rumah, jadi meninggalkan anak-anak di rumah itu seperti halnya pergi ke halaman belakang.

Anak-anakku mungkin tidak begitu memasalahkan, karena mereka punya surga sendiri di dalam rumah. Kami menyediakan berbagai mainan, berbagai alat dan media kreativitas, serta tayangan edukatif.

Aku melatih anak-anak untuk menyetel sendiri VCD player, memberi tahu cara pemakaian alat-alat crafting yang aman buat anak-anak, dan menghindari hal-hal yang membahayakan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==