Mengajar Cucu Murid di Rumah Dunia

Apalagi setelah hamil anak pertama, tubuh secara otomatis mengajari janin segala hal yang aku bisa. Saat jelang kelahiran aku malah bikin semacam rencana pembelajaran untuk bayi selama setahun. Walau akhirnya tidak banyak yang terlaksana karena “mengajar” bayi adalah kegiatan berat. Belum lagi baby blues dan kerepotan adaptasi sebagai ibu baru.

Jika dipikir-pikir, sejak itulah aku menjadi guru buat anak-anakku. Setiap hari adalah pembelajaran, di samping aku sendiri yang belajar dari anak-anak.

Begitu Komunitas Rumah Dunia berdiri, aku seperti punya taman untuk belajar dan mengajar. Pola ajar di rumah kuterapkan di Rumah Dunia, dengan dua anak kami menjadi relawan ciliknya. Saat itu mereka sudah dapat membaca, jadi beberapa anak kecil diajari membaca oleh dua anak kami.

Saat anak-anak bosan bergiat di Rumah Dunia, mereka memilih bergiat di dalam rumah. Aku harus memastikan keamanan dalam dan sekitar rumah lebih dulu. Pintu gerbang, pintu dan jendela rumah, listrik, kompor, dan persediaan camilan harus sudah oke sebelum aku pergi ke Rumah Dunia yang letaknya di belakang rumah. Tentu saja aku harus bolak-balik ke dalam rumah untuk memeriksa anak-anakku sedang apa.

Alhamdulillah selama itu aman saja. Biasanya mereka membaca buku, menggambar, main playdough atau permainan lainnya, nonton VCD, atau pura-pura kemping. Ada tenda kecil yang bisa dilipat jadi lingkaran kecil, yang dipasang di ruang tengah.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==