Puasa memberi inspirasi kepada MN Fazri menulis puisi. Peristiwa keagamaan setahun sekali menjadi relasi hati. Ramadan adalah praktik pengamalan kebaikan, puisi adalah praktik pengamalan perasaan.
Puisi Minggu: 5 Puisi MN Fazri Tentang Ramadhan

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Puasa memberi inspirasi kepada MN Fazri menulis puisi. Peristiwa keagamaan setahun sekali menjadi relasi hati. Ramadan adalah praktik pengamalan kebaikan, puisi adalah praktik pengamalan perasaan.

Kalau kita pergi ke luar negeri, yang dekat saja seperti Melaka di Malaysia, kadang iri melihat pengelolaan terminal busnya.

Traveling saat puasa penuh suka dan duka. Terutama menu makan sahur dan buka puasa serta rumah makan yang tidak mudah dicari.

Setiap ada pameran, di stand-stand UMKM selalu ada produk. Kepada para pejabat dari instansi terkait, beli produknya agar berkembang.

Usia terus bergulir. Jika traveling sekarang menyeret koper. Tapi sekarang menyandang tas punggung. Pakaian dibatasi supaya tidak berat.

Soal hotel ini bikin kesal. Merasa sudah bayar secara online sejak seminggu sebelum tiba di Malaka. Rupanya online tidak selalu berhasil dengan baik.

Aku tertawa. Kami berhadapan, dalam kamar tertutup rapat, dan suara-suara kami menjadi gema. Udara dalam sel sedemikian panas dan pengap, tetapi dia betah terkurung busana rapat dan gelap. Aku tidak mengenalnya; semua perempuan tertutup adalah anonim.

Yakobus Gowing Sogen sebagai pendoa yang menjadi fokus bahasan dalam buku ini adalah seorang pendoa yang telah berusia lanjut . Yokobus Gowing Sogen yang lahir tahun 1924 usianya kini 100 tahun atau satu abad tentu dengan usia seperti itu perlu ada regenerasi.

Saat ada masalah pelik, aku tinggal minta tolong suami memediasikan. Jika aku sudah tidak tahan, aku curhat sambil nangis di pelukan suami. Nanti dia yang akan membereskan masalah antara aku dan mertua. Aku tinggal minta maaf dan hidup berjalan normal kembali.

Dua belas tahun Tias memendam keinginan ke Melaka. Alhamdulillah pada 19 dan 21 Maret, Tias menikmati udara Melaka

Buku Watir ini lucu. Bacaan wajib saat tegang menghadapi Pilpres 2024. Saya jadi ingat conent creator orang Sunda yang selalu ngebahas food street di India sana.

Kalau di Indonesia, menyeberang jalan masih suka-suka. Tapi di Singapura harus di zebra cross. Kalau tidak, rawan denda

Pada 2012, Tias pernah ke Kuala Lumpur. Tapi ke Melaka belum. Alhamdulillah, sambil Safari Ramadhan, Tias tiba juga di Melaka.

“Lho, kok kamar depan? Emak sama Bapak di kamar kita aja. Kita yang di kamar depan,” sahutku. Suamiku masih melongo. Ia mungkin tak percaya istrinya memutuskan begitu.

Kalau ke Singapura, hati-hati soal uang. Harus siap-siap. Makan saja bisa Rp 100.000/orang

“Nek, doain ya, insyaallah Aa sama Tias mau beli tanah di belakang. Nanti rencananya dibangun rumah buat Nek sama Aki.” Akhirnya aku berterus terang.

Apa yang tidak bisa dilakukan hari ini? Teknologi informasi memudahkan segala hal yang tidak mungkin. Tapi membeli pengalaman, itu yang sulit. Gong Traveling siap melayani Anda.