Puisi Minggu: 3 Puisi Gol A Gong Tentang Sebuah Kota

1.Puisi Gol A Gong

KOTA YANG DITINGGALKAN PENGHUNINYA

Selamat tinggal kotaku, aku tak akan kembali
kenangan indah padamu sudah kukunci di bagasi
album foto cinta di dalam dus kutandai pita hitam
kini terbentang kota baru di peta perjalanan

Selamat tinggal kotaku, aku tak akan kembali
hidup harus saling memberi kesempatan
lihat wajah pucat tubuh kurus berjejer di kotamu
mencari harapan baru penuh api kepadamu

Seiring waktu kau daun kering menjauh dari tanah
batu nisanmu tak bernama pusaramu berumput liar

*) Rumah Dunia, Serang 19 Maret 2013

2.Puisi Gol A Gong

AKU DIKALAHKAN KOTAKU

Kau menikamku berkali-kali
Dari segala penjuru mata angin
Mengusirku tanpa surat pemecatan

Kukerek bendera berdarah
setengah hati tiang berkarat
: aku tak berbatu nisan.

*) Serang, 30 Maret 2013

3.Puisi Gol A Gong

KOTA TAK BERNYAWA

Ketika di dalam kereta, aku tak sanggup melihatmu dari jendela. Stasiun bukan lagi perhentian. Ia jadi pemberangkatan. Lihatlah, bangku di depanku kosong. Untukmu. Kau ada di peron? Bahkan senyumanmu tertelan kabut kota. Kau sibuk dengan perayaan. Pelangi telah jatuh di kota. Kau salah satu warnanya. Senyummu di setiap persimpangan. Wajahmu jadi penuh debu. Usang dalam kiasan. Sudah lama kota kita tak bernyawa. Tadinya kita akan melahirkan kota baru. Senja terlalu cepat datang. Kita bergegas ke kamar tidur. Terkurung dalam ketakutan.

*) Serang, 9/1/2016

REDAKSI: PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 3 hingga 5 puisi. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Sertakan bio narasi dan kata pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 150.000. Sertakan bank dan nomor rekeningnya.

PUISI MINGGU EDISI #2, 14 JANUARI 2024, KLIK:

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

3 Komentar

  1. Sajak sajak ini…membawaku mencandra bayang maut di kejauhan. Sebuah transdensi. Sekaligus negasi pada kejumudan. Seng ada lawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==