Program-program di Ruma Dunia tidak boleh jauh dari spirit membaca dan menulis. Sudah ratusan kali Rumah Dunia memestakan buku. Pertama kali adalah buku Abdul Malik yang berjudul Menjadi Orang Banten.

Pada Selasa Agustus 2022, Gong Publishing meluncurkan buku puisi Apakah Negara? karya Toto ST Radik. Di hari yang puitis itu, Gong Publishing mengundang Toto untuk menandatangani buku puisinya.

“Terjual 64 buku,” kata Abdul Salam, menejer penerbitan Gong Publishing. “Semua bukunya ditandatangani oleh Mas Toto.”
Ada yang datang, membeli, ditandatangani, dan minta berfoto.

Saya datang, membacakan 2 puisi yang berjudul apakah Negara? dan Surat Kepada Wawan. Setelah itu, saya meminta berfoto berdua. Sudah lama saya tidak berfoto berdua dengan Toto.

Ah, jadi kangen Rys Revolta. Rys wafat tahun 2004. Kami bertiga memulai mengampanyekan pentingnya membaca dan menulis pada 1990. Kami menerbitkan buku puisi pertama kali berjudul Jejak Tiga (AzetA, 1990) dengan mesin stensilan di ruang kepala sekolah ibuku di SKKPN Serang.

Mengenang suka-duka kami bertiga saat mengetuki pintu-pintu sekolah, menawarkan sastra dan jurnalistik kepada para murid secara gratis. Alfatehah untuk Rys.

Semoga akan ada lagi yang menulis buku puisi, buku cerpen, atau novel. Dengan cara menulis dan menerbitkan, sebuah zaman berhasil didokumentasikan. *


