Sisi Kampus dan Rumah Dunia

Sebelum mengenal dalam Rumah Dunia, saya lebih aktif dengan organisasi kampus, mulai dari internal, external, dan primordial, semua saya cicipi dan intens belajar. Itu semua saya lakukan agar tidak dicap sebagai mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang)

Tetapi, setelah jauh bergelut, saya, mengetahui dalam dari semua organisasi kampus, yang saya rasa ini akan membuat efek buruk. Saya merasa ada keganjilan, hidup seperti dipenuhi dengan kebencian dan lebih tidak enak, tidak pernah merasakan ketenangan dalam belajar.

Seseorang yang pernah berproses di organisasi kampus mungkin sudah mengetahui. Yah, semua itu karena keterkaitan terhadap politik kekuasaan. Baiklah, hal itu mungkin lumrah di kalangan miniature Negara ini. Tetapi hal yang tidak mengenakan ialah, karena terdapat penyimpangan politik kekuasaan (menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hak kekuasaan) yang membuat ketidak asikan dalam berproses.

Kampus seharusnya sebagai ruang belajar, ruang akademisi yang akan membentuk karaket penerus bangsa dan meningkatkan peradaban yang lebih baik. Seharusnya, semua tidak perlu dikaitkan dengan politik kekuasaan, yang saling desek, dorong yang membuat karekter para pembelajar buruk dan terbelenggu di kotak-kotak pembantasan gerak, oleh organisasi.

Rumah Dunia Bagi Saya

Jika kampus ruang belajar yang formal, Rumah Dunia ialah informal. secara umum sama, ruang belajar dan mengembangkan pribadi orang. Tetapi apa yang saya rasa dampaknya jauh berbeda.

Sejak saya bergabung menjadi relawan Rumah Dunia, pada tanggal 06 Februari 2021, saya merasakan energi yang berbeda, keresahan saya, semakin hilang. Jika dianalogikan saya ialah pemuda yang terjebak diruang yang gelap lalu menemukan obor untuk memberi terang dan obor itu ialah Rumah Dunia.

Rumah Dunia sudah memberi cahaya dalam perjalanan saya. Sampai saat ini saya merasakan kenikmatan belajar yang tenang, selain itu sudah membukakan hati saya, bagaimana agar bisa bermanfaat untuk orang lain, merasakan kenyataan bentuk pengabdian, dan lebih jauh merangkak meningkatkan peradaban yang baik.

Gerakan Literasi ala Rumah Dunia

Rumah Dunia ialah sebuah komunitas yang dimana memiliki tujuan, halnya komunitas lain, seperti gerakan entrepreneur muda, sudah pasti tujuannya mencetak para pengusaha muda, atau komunitas pencinta alam, sudah pasti mencetak insan yang cinta dan siap menjaga keindahan alam. Begitu juga rumah Dunia, literasi ialah arah di mana komunitas ini harus bergerak, bergerak untuk mencapai sebuah tujuan, membentuk para makhluk tuhan agar melek segala jenis literasi, seperti baca, tulis dan lainnya yang berkaitan.

Saya ingat betul saat pertama kali gabung di komunitas ini, hal yang masih saya ingat ialah ucapan Mas Gol A Gong, penggagas Rumah Dunia. Katanya sebelum kamu memberdayakan orang lain tentang literasi, lebih baik kamu memberdayakan dirimu dulu, sekarang mulai giat membaca, lalu kamu tuliskan. Setelah kamu mampu sedikit demi sedikit, kamu boleh memberdayakan orang lain.

Nah, menurut saya saran Mas Gong cukup benar dan bagus, memang harus seperti itu. Terkadang kita sebagai manusia selalu merasa paling bisa, sampai akhirnya kita paling pandai mengajak atau mengingatkan orang lain, padahal kita sendiri pun belum bisa melakukan hal itu.

Di Komunitas ini setiap relawan pasti diberikan pembekalan sebelum ikut lebih jauh megelorakan literasi di Peloksok Desa, yang sifatnya berkelanjutan bukan sekali seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan oleh kampus. Maka pembekalanya harus bener-bener dapet ilmunya, seperti mengikuti kelas menulis Rumah Dunia. Reading Club (bedah dan baca buku secara seksama), Orasi Literasi (meningkatkan kemampuan berbicara dan berfikir kritis). *

Nipen Arya Saputra

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==