Tersenyum sekali lagi, Ilung Kadras berbalik dan berjalan menuju gerbang. Dlahap Parto kembali kehilangan kata-kata, tak sanggup melakukan apa-apa, dan hanya memandangi Ilung Kadras yang aneh itu. Kedatangannya yang tiba-tiba, pembawaannya yang lain dari yang dulu diingatnya, ditambah bau busuk yang masih menusuk-nusuk hidungnya membuat Dlahap Parto tercenung sendirian.
Fiksi Mini: Undangan Karya Syafiq Addarisiy

















