Untuk jadi penulis novel diperlukan persyaratan-persyaratan yang cukup berat. Tidak terjadi dalam proses satu malam saja.
Untuk Jadi Penulis Novel

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Untuk jadi penulis novel diperlukan persyaratan-persyaratan yang cukup berat. Tidak terjadi dalam proses satu malam saja.

Rumah Dunia Serang menggelar perayaan Hari Buku Sedunia 2025 dengan tema ‘Literasi Masyarakat: dari Banten untuk Indonesia’. Acara ini mendorong kesadaran literasi melalui karya lokal dan peran aktif TBM

Banyak kejutan ketika naik kereta. Ini memang harus disosialisasikan terus-menerus.

Waktu bergerak cepat. Terasa seperti hitungan detik. Bangun pagi, kita melihat anak kita masih perlu dituntun. Tiba-tiba besok pagi, mereka sudah berlarian. Hari lain, mereka pamitan pergi dari rumah untuk mengejar cita-cita.

Tersenyum. Tidak susah untuk tersenyum. Selain mewakili perasaan cinta, tersenyum dapat meningkatkan suasana hati, meredakan stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan memperpanjang umur

Acara ini adalah bagian dari 3 rangkaian kegiatan spesial perayaan World Book Day di Rumah Dunia. Dua kegiatan lainnya akan hadir pada bulan Mei! Jangan lewatkan kesempatan ini untuk bertemu para pegiat literasi dan berbagi semangat membaca dan menulis demi masa depan Indonesia yang lebih cerdas!

Puisinya jenaka tapi juga punya kedalaman—tentang kekacauan kecil yang bisa tumbuh besar, sampai sang tokoh harus “lari dari rumah” gara-gara kucing! Gaya bahasa sederhana tapi efektif, dan ada ironi halus di akhir saat orang-orang malah menganggapnya “si raja kucing,” padahal dia justru korban dari invasi para kucing 😄

Sembako buku adalah sembako plus buku. Saya membeli paket sembako buku berupa: beras, minyak kelapa, gula, kopi, indomie, kopi, dan antara 10 hingga 20 buku. Secara random saya berikan kepada siapa saja yang saya temui di jalanan. Tentu wong cilik seperti penyapu jalan, penjaga perlintasan kereta api, pedagang keliling, pemulung, tukang parkir…

Saya menggeluti dunia literasi di Indonesia sejak 1990. Saya membuat komunitas Cipta Muda Banten di Serang, menerbitkan koran Banten Pos (1993), Tabloid Meridian (2000), dan Tabloid Kaibon (2008), membangun komunitas Rumah Dunia (1998 hingga sekarang), jadi Ketua Umum PP Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia (2010-2015), hingga sekarang jadi Duta Baca Indonesia (2021-2025). Secara konsisten bersama relawan Rumah Dunia merayakan Hari Buku Sedunia dengan meluncurkan puluhan buku.

Tiga Duta Baca di Hajatan Hari Buku Sedunia. Gol A Gong (Indonesia), Rahmat Heldy (Banten), Lailatul Maulidiya Rahman (Kota Serang) . Siap-siap. Sabtu 26 April 2025, pukul 13.00 WIB di Rumah Dunia. Hajatan Hari Buku Sedunia. Dari Banten untuk Nusantara.

Sungguh luar biasa. Sahabat Literasi Kuningan, jauh-jauh datang dari Kuningan ke Rumah Dunia untuk merayakan Hari Buku Sedunia, 27-28 April 2024. Bagi saya, Literasi di Kuningan, terutama di akar rumput, terus bertumbuh. Kang Zeze dari TBM Hipapelnis sebagai motor penggerak literasi di Kuningan mengajak Nita Juanita – tim Kreatif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Vera yang single parent dan pegiat literasi di TBM Pondok Kata RZ, , dan A’i Siti Rohanah dari Perpustakaan Desa Kertayasa.

Jangan mengaku pegiat literasi jika hanya menggelar buku atau buka lapak buku di alun-alun atau di trotoar saat Car Free Day atau Hari Buku Sedunia. Cobalah membaca, menulis, menerbitkan jai buku, dan menjualnya. Kami di Rumah Dunia melakukannya.

Puisi “IKAN DALAM AQUARIUM” karya Gol A Gong ini begitu kuat dalam menyampaikan makna melalui simbolisme dan imaji. Ada pesan tentang kebebasan, mimpi, dan penyesalan yang dituturkan dengan sangat emosional. Mau kita bahas lebih dalam maknanya? Atau kamu ingin analisis gaya bahasanya?

Gaya puisi Gol A Gong—selalu berhasil menyentil dan menyentuh dalam waktu bersamaan. Puisinya ini bukan cuma penghormatan buat Kartini, tapi juga kritik sosial yang halus, ya. Ada rasa kehilangan dan kekaguman yang bersatu di dalamnya.

Yang bikin haru, meskipun hidupnya begitu singkat, pemikirannya sangat visioner dan melampaui zamannya. Melalui surat-suratnya yang dikumpulkan dan diterbitkan dalam buku “Door Duisternis tot Licht” (Habis Gelap Terbitlah Terang), Kartini mewariskan semangat pembebasan dan pendidikan bagi perempuan yang terus dikenang sampai sekarang.

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Jadilah perempuan yang membanggakan seperti yang Kartini lakukan, yaitu menulis.

Puisi “Aku Harus Meninggalkan Kota” — suasana duka, kehancuran, dan keharusan untuk pergi dari sesuatu yang dulu bermakna.