Apa yang kau inginkan belum tenteu kau dapatkan. Sejauh mata memandang,jika Allah belum menentukan, tak akan kau dapatkan. Tapi ikhtiar tentu perlu.
Inkoktober 24: Expedition

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Apa yang kau inginkan belum tenteu kau dapatkan. Sejauh mata memandang,jika Allah belum menentukan, tak akan kau dapatkan. Tapi ikhtiar tentu perlu.

Jika sedang kumpul semua, mereka memasak sambil mempraktikkan menu-menu baru. Dapur di rumah jadi meriah. Tapi sekarang dapur rumah sepi. Anak-anak kami sudah menyebar di bu Dhabi, Jakarta, Bandung, dan Yogya. Merea sedang mewujudkan mimpi-mimpi melihat dunia.

Dan cara Allah SWT membuktikan kuasanya? Dia akan mengirimkan orang-orang untuk membantu mewujudkan “cinta sejati” kita. Itu juga terjadi kepada diri saya.

Apa yang berkarat Besi Bagaimana dengan lukahati karena cinta? Berkarat? Jika lukanya hilang, kemudian kenangannya berkaratkah di dalam hatimu?

Aku sendiri sudah minum jus melon nanas pagi-pagi, jadi udah kenyang duluan. Sempat tergoda mencicipi cream soup ala-ala, tapi ditambah kerupuk ikan oleh-oleh dari Bangka. Enak juga ternyata! Alhamdulillah.

Beruntung kita tinggal di Indonesia yang indah, yang bagai intan permata. Kita tinggal di rumah-rumah dengan taman yang indah dan bunga-bunga yang bermekaran.

Alhamdulillah lumayan juga nasgor yang bukan nasi ini. Menurutku tidak kalah dari rasa makanan katering yang pernah kucicipi. Aku berani bilang masakanku ini malah lebih alami.

Badak. Saya pernah melihat di di film dan di Taman Safari. Itu badak bercula dua. Tapi melihat badak bercula satu di Taman Ujung Kulon, Banten Selatan, belum pernah. Masih merawat mimpi ke Ujung Kulon.

Adonan bubur sumsum gagal tadi aku ambil sesendok demi sesendok dan dibuat bulatan. Pipihkan, isi dengan irisan pisang. Kebetulan aku punya pisang barangan yang tinggal beberapa buah. Bungkus irisan pisang dengan adonan, lalu simpan di atas wajan datar. Begitu terus sampai adonan selesai.

Saya ingat pada 1996 ketika hubby melamarku. Kampung Ciloang di Kota Serang yang diajukannya sebagai tempat tinggal kami, terutama untuk gelanggang remaja yang diimpikannya – Rumah Dunia, belum masuk dalam peta. Aku bilang kepada hubby, “Nanti kita masukkan ke dalam peta dengan beragam kegiatan.”

Kabar terbaru dari istriku, sebuah penerbit di Bandung akan menerbitkan novel anak-anaknya yang berjudul “Negeri Permen”. In buku bagus. Juga buku keduanya, yang ini buku cerita bergambar.

Tidak ada yang sukses tanpa melewati proses. Begitulah juga ketika mendaki gunung, punggung bukit adalah ujiannya.

Ia masih menimbang-nimbang makanan pilihan, dan memilih-milih membeli atau membuat sendiri. Ia terus memikirkan hal itu sambil berjalan ke dapur, tepatnya ke sebuah kotak pendingin.

Hubbyku nyetir sejak SMA. Berlengan satu. Nyetir untuk keluarga, pertama kali tahun 2000-an, memakai mobil bapak mertua. Punya mobil sendiri tahun 2002, ngredit murah di kantor, RCTI.

Bagaimana pun hasilnya, aku sudah berjuang untuk konsisten hingga hari ini. Tantangan inktober ini sudah ingin kuikuti sejak beberapa tahun lalu. Jadi sebenarnya ini adalah pembuktian pada diri sendiri.

Jika merasa sepi, kami mengisinya dengan sarapan bersama relawan Rumah Dunia, kupat tahu atau nasi uduk di Royal, Pasar Lama. Meja makan kami berpindah ke sana; kami ngobrol ngalor-ngidul dengan para pedagang atau sesama pembeli. Atau video call bersama keempat anak kami

Aku belajar mengganti rasa curiga menjadi waspada, rasa jijik menjadi maklum, dan mengatasi ketakutan terhadap tempat baru yang grungy.