
Saya menargetkan sebelum lebaran sudah selesai. Alhamdulillah, target itu tercapai. Juni 2020, novel Lelaki di Tanah Perawan sudah tayang di platform digital Storial.co. Sehari antara 5-10 halaman. Tapi ini bukan berarti saya duduk di depan laptop lalu mengetik. Saya tetap melewati 3 fase menulis : riset, menulis, dan revisi alias swa sunting.
Riset sudah saya lewati, bertahun-tahun; saya melakukan riset lapangan dan sekarang ditambahi dengan riset pustaka (sambil menulis).
Draft pertama harus akhir Maret selesai. Awak April swa sunting. Tentu akan ada revisi dengan mengacu ke unsur intrinsik. Satu-satu saya akan merevisinya. Urutannya dari mulai judul, tema, sinopsis, setting lokasi dan waktu, karakter tokoh, dialog, konflik, diksi dan majas, serta ending.
Di setting lokasi dan waktu, saya akan memasukkan unsur tradisi, budaya, mitos, kuliner, agama, dan situasi negeri kekinian. Antara tradisi dan modernisasi saya benturkan di sini.
