Masa remaja, aku tumbuh juga rada aneh. Sering menggoda cewek, lupa bahwa aku berlengan satu. Nge-gank, ngebut dengan motor bebek C70, jatuh dan kepala berkali-kali terbentur aspal.

Anehnya, aku menjadi penyair juga juara kedua badminton level SLTA se-Banten. Juara pertama lengannya dua.
Kadang aku berpikir, hidupku absurd karena selalu berfantasi jadi pangeran tampan yang membangunkan putri tidur

Setelah dewasa, aku berpikir, bahwa cara Bapak mengobati kepalaku adalah dengan membaca buku. Jika tidak begitu, aku akan dengan cepat terkena penyakit pikun di usia muda.


