Air Mata Kopi #3: Kopi Joss

KOPI JOSS
Puisi Gol A Gong

Malam purnama tanpa bulan
kita duduk di warung Lek Man
di sebelah utara stasiun Tugu Yogya
memesan kopi plastik bara arang
orang suka sensasi suaranya

Bergelas kopi mengeluarkan bunyi
ibarat kereta api yang hendak pergi
mengantarkan harapan ke kota baru
walau hanya sekadar jadi babu

“Silahkan diteguk kopinya.
Jujur saja ini kopi pabrik,” suara itu
menusuk di telinga.

Malam itu kau menolak kopi arang
memilih membakar tubuhmu di tungku
minta dimasukkan ke gelas kopi
bunyinya membikin ngilu di pipi

Kau menyuruhku mengaduknya
membuang segala racun kafein
meminumnya dengan sate bintang
agar mengerti rindumu kepadaku
tak berbalas perih hujan

“Aku tak mau ke kebun kopi.
Aku ingin café kopi,” kau keluar
dari gelas kopi. Tubuhmu berlumur tanah.

Malam purnama masih tanpa bulan
kita menyusuri Yogya hingga ke selatan
melarungkan tubuh sendiri
kami terapung bersama ribuan plastik kopi.

*) Yogyakarta, 22 Februari 2010

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==