Gais, yang namanya ikhtiar itu harus. Perkara berhasil atau gagal, itu kami serahkan pada Allah. Kalau gagal malu, ngga? Engga, karena minimal udah pernah memulai rencana, jadi insyaallah tahu celahnya di mana. Jadi kalau gagal ya perbaiki strategi, insyaallah.

Ngapain ke Eropa? Ya karena pengin melebarkan jejak ke sana. Tahun 2012 udah ke beberapa negara Asia, sama juga, berbagi ilmu menulis untuk ekspatriat kita di sana.
Soal udah kaya, ya belum lah. Kalo udah sultan pasti udah wira-wiri ke Eropa-nya. Nggak usah capek-capek bikin rencana kayak gini.

Kenapa nggak umroh atau haji aja yang dipikirin? Karena traveling 2012 sudah ditutup dengan umroh, Alhamdulillah. Siapa tahu setelah traveling Eropa ini bisa berhaji. Aamiin. Tentu saja masih membara niat ke sana, Kawanku
Trus duidnya dari mana? Yang jelas kami nggak pernah ngepet. Hubby aku kerja keras selama ini buat kasih makan anak istrinya. Bobo jam 21, bangun jam 01, nulis dan ngetik sampai subuh.

Abis itu bobo lagi? Engga, dong. Belio menyiram tanaman, berkebun, keliling Komunitas Rumah Dunia , baca buku, menulis lagi sampai siang, lalu tidur sebentar. Siang sampai sore nulis, baca, diskusi, siram tanaman, keliling Rumah Dunia. Kadang ada acara pelatihan menulis online atau offline, honornya disisihkan buat ke Eropa.



