Diday Tea: Relawan Rumah Dunia yang Bekerja di Qatar Menuis Banyak Buku Motivasi

“Bagaimana tips agar naskah bisa diterima di penerbit mayor?” tanya Rizki, seorang penulis yang berasal dari Tangerang.

“Salah satu tipsnya adalah penulis harus pandai mencari momen yang tepat, riset pasar, dan memikirkan proyeksi jangka panjang saat naskah tersebut terbit apakah tema sejenis masih laris di pasaran atau tidak,” jelas Diday.

Muhammad Nurul Fajri, salah satu relawan rumah dunia juga memberikan beberapa pertanyaan kepada narasumber, salah satunya adalah, “Apa perbedaan antara literasi Qatar dan Indonesia?”

Penulis buku amazing life in Qatar itu pun menjawab, “Literasi di Qatar sangat kurang karena buku-buku di sana itu sangat mahal, jadi literasi di Indonesia lebih baik daripada di Qatar. Bahkan saya seringkali membeli buku di Indonesia, lalu dikirim ke Qatar.”

Para peserta sangat antusias bertanya kepada pemateri sehingga acara berjalan dengan sangat seru. Terakhir, acara ditutup dengan foto bersama dan pemberian hadiah berupa buku-buku karya Diday Tea kepada para peserta yang memberikan pertanyaan paling menarik.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==