Ketika mereka melihat ada kotak-kotak plastik berisi buku, langsung merubung dan membaca. Kami baru punya anak 1 – Nabila Nukhalishah Harris. Anak-anak kampung itu rajin datang setiap sore, karena selain membaca buku, mendengarkan istriku bercerita, juga ada 2 hal menarik lainnya: bayi kami dan hidangan kue.

Tiga tahun di garasi, ketika saya mendapat jatah mobil murah dari RCTI tempatku bekerja, Rumah Dunia pinda ke teras rumah. Setelah beberapa novel saya disinetronkan, kebun di halaman belakang rumah seluas 1000 M2, alhamdulillah, kami beli. Pada 2002, Rumah Dunia kami pindahkan ke halaman belakang dan terus bergulir. Kini Rumah Dunia menempari areal seluas 3000 M2 dan jadi Taman Budaya Rumah Dunia. Terima kasih kepada semua yang sudah mendukung kami.
Gol A Gong


