
Pada Selasa, 5 Juli 2005, salah satu diantara kami (Gol A Gong) sepesawat dengan Cak Adhim. Di penerbangan SQ 163, tujuan Jakarta – Singapura – Dubai – Cairo, Gol A Gong menceritakan tentang rencana buku ini.

Kami tahu Cak Adhim ahli dalam membuat judul buku. Rencana awal, buku ini akan kami beri judul “Home Sweet Home”. Tapi terasa tidak membumi dengan kosa kata bahasa Inggris. Saat diskusi kecil di pesawat itulah, Cak Adhim mengusulkan judul buku “Ini Rumah Kita, Sayang….”
Saya tersihir. Judul itu sangat pas dengan puisi Tias Tatanka; Rumah Kita. Gol A Gong mengabarkan lewat SMS dari Cairo kepada Tias Tatanka dan Ina, editor Gema Insani, yang menangani manuskrip ini. Alhamdulillah, semua merasa cocok.


