Saat membaca pengumuman Indosat Hi-fi membuka kompetisi menulis ini pun aku masih biasa aja. Sampai di hari terakhir pengumpulan naskah. Aku mulai berpikir apakah ini saat yang tepat untuk tampil, agar nama Komunitas Rumah Dunia sering disebut kembali?

Tak kusangka, tulisanku mendapatkan apresiasi yang pertama di Indosat Hifi 2023. Alhamdulillah…

Aku sudah pernah merasakan gaungnya disebut-sebut saat tahun-tahun awal Rumah Dunia berdiri dan bergerak. Saat itulah namaku dan nama Rumah Dunia seperti dua sisi mata uang, selalu berdampingan. Sebenarnya selalu begitu, bahkan sampai sekarang setelah lewat dua puluh tahunan, kami tetap bersisian. Tanpa disebut-sebut lagi pun Rumah Dunia tetap bergiat. Ada teman-teman relawan yang terus bersedia diajak menggerakkan kegiatan. Bersama merekalah kami tetap bersemangat mengabdi di ranah sunyi. ❤️

Inilah foto yang menurutku sangat menguras emosi. Sekitar 2004, saat paling keras dalam perjalanan Rumah Dunia. Bagaimana suamiku jungkir-balik melawan arus, terutama politik lokal di Banten yang sangat korup.

Aku baru sadar di tahun ini sudah seperempat abad menggeluti dunia literasi. Apakah akan ada yang terinspirasi dengan rentang waktu ini? Apakah aku tidak akan menjadi sombong dan riya’, seperti yang selama ini kutakutkan? Di tengah pemikiran OVT itu, aku masih ingin nama Rumah Dunia disebut-sebut kembali.

Aku, suami, dan si sulung yang baru saja menyelesaian S1 di Sun Yat Sen University, Ghuanzhou, Tiongkok.

Maka itulah yang aku tuliskan. Seperempat abad, tahun-tahun penting yang menjadi titik tolak pergerakan literasi bersama anak-anak Rumah Dunia, bagaimana aku merasakan mengajar dua generasi, semua itu kutuliskan dalam 800 kata dan kukirimkan di hari terakhir tenggat kompetisi.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==