Jika mengingat kondisi begini, aku sering berpikir, apa lagi yang masih ingin kudapatkan? Jawabannya selalu: masih banyak. ‘Ambis’ emang akutuh anaknya. Hahaha. Masih banyak yang kuinginkan, makanya masih berdoa minta dipanjangkan umur, diberi kesehatan, rezeki yang berlimpah, selamat dunia akhirat. Masih banyak lagi doa lengkap dengan detilnya, yang suka aku bisikkan pada-Nya.

Berharap umur panjang yang bermanfaat, sehat wal afiat supaya lebih kuat beribadah, rezeki dan harta banyak supaya bisa berzakat dan bersedekah jauh lebih banyak. Juga agar dapat melewati hidup dengan selamat dari marabahaya, iri, dengki, kebencian, dan lain-lain kejahatan.
Apakah nggak cukup yang didapat selama ini? Oh bukan nggak cukup, tapi setiap diberi-Nya, aku ‘ngambis’ minta lainnya. Hahaha. Astaghfirullah. Sebab Ia sudah menunjukkan lebih suka jika dimintai lebih banyak dan lebih sering. Sudah dijanjikan-Nya pula bahwa setiap doa akan dikabulkan, tinggal bagaimana cara memintanya dan kesabaran menanti waktu ijabah yang tepat.

Begitulah caraku meniti garis demi garis, dengan segala kelemahan yang kupunya. Semoga kelak setiap garis itu bersaksi yang baik-baik saja tentangku, tentang kami. Mohon maaf untuk semua kesalahanku, ya.
Sehat-sehat semuanya! ![]()



