Literasi Keluarga: Meniti Garis-garis

Gimana lah ya, namanya orang tua, pasti menaruh harapan besar, tinggi, dan banyak dari anaknya. Kami pun begitu, tapi tujuannya buat kebaikan anak sendiri. Syukur-syukur orang tua dapat ikut menikmati.

Setelah dewasa, pokok bahasan dengan anak-anak tak lagi tentang hobi, sekolah, dan teman-temannya. Temanya sudah lebih serius, bahkan sekarang sudah menyentuh pernikahan. Ya Allah, kami sudah harus siap-siap memasuki era itu. 😂

Lebih jelas lagi kenyataannya saat bercermin, guratan umur makin nyata. Setelaten dan serajin apa pun aku perawatan dengan skincare yang terjangkau oleh dompetku, atau setebal apa pun cushion untuk menutup pori-pori wajah, tetap saja garis dan kerutan akan muncul.

Lama-lama aku capek sendiri dan memilih menikmati secukupnya sesuai kondisi. Semua pertanda usia tua diterima, bahkan jadi bahan candaan berdua. Hubby sering meledek dengan memanggilku ‘Nenek’ yang kubalas dengan menyebutnya “Aki”. 😂

Bukannya menderita dipanggil ‘nenek’, aku malah meminta beberapa anak relawan Rumah Dunia memanggilku ‘Nin’. Artinya sih sama saja dengan nenek. 😂 Hubby sendiri sudah lebih dulu menyebut dirinya ‘Aki Giant’ di depan beberapa cucu dari kakak dan adiknya.

Setiap sadar garis dan keriput makin nyata dan bertambah, aku berusaha terus mengingatkan diri sendiri betapa banyak yang sudah kuterima dan mungkin lupa kusyukuri. Begitu pun setiap nyeri di badan, aku pukpuk sambil bilang, “Alhamdulillah masih diberi rasa sakit, yuk bisa yuk, sembuh lagi! Maaf ya, tubuh, aku sudah zalim, yuk sembuh yuk!”

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==