Kebiasaan di rumah, hidangan lebaran disantap di buka puasa terakhir. Jadi saat lebaran, menu masih sama meskipun bukan berarti sisa karena dipisahkan porsinya. Khawatir bosan, siang hari di hari lebaran menu makan berbeda lagi.

Tampak ribet, yak? Gakpapa, aku suka menyediakan masakan begini, masak banyak jenis dengan porsi sedikit. Lagipula dengan mengatur bahan dan cara masak, insyaallah tidak merepotkan.

Aku sudah merencanakan menu untuk beberapa hari, dengan pengaturan bahan dan proses masak yang mudah. Belanja bahan juga disesuaikan, agar tidak melulu daging selama berhari-hari. Asupan sayur juga harus ada dalam menu. Untuk variasi dan kamuflase, kadang sayur ikut dihaluskan bersama bumbu. Seperti balado kentang, bumbunya mengandung wortel. Wogh, gimana rasanya cobak? Ya rasa balado aja, wortelnya malah tidak terdeteksi. Menurutku begitu. Hihihi.

Untuk siang hari lebaran, begitu anak-anak lapor semur daging menghilang dari peredaran menu, aku buru-buru ambil stok jeroan kambing. Sudah tertera di jadwal adalah rabeg jeroan kambing.


