
Nah, sarapan di Hotel Samarinda ada menu tambahan yang berbeda dan jadi ciri khas, yaitu: mihun. Di kampung saya disebutnya mihun. Ketika menu lainnya terasa (sangat) asin, pas makan mihun, ya Allah, rasaya itu lembuuuuut sekali seperti sutra.

Saat mengunah mihun, pas di lidah rasanya. Saya yang sedang di meja makan, serasa seperti sedang tidur di balik selimut tebal karena cuaca begitu dingin sehingga muncul kehangatan. Nikmaaaat sekali. Saya sampai nambah dua porsi. Kapan lagi menikmati mihun selembut sutra?

Menurut cerita kakek dan nenek, mihun atau Bihun lagi-lagi aslinya berasal dari China alias Tiongkok. Kok, bisa? Iya. Seperti juga siomay, tongseng, nasi goreng. Itu baru kuliner yang diimpor dari Tiongkok. Belum lagi kebudayaannya.

Tahu nggak arti kata Bihun? Itu suku kata bi berarti beras dan hun artinya tepung. Bihun masih mentah dijual kering transparan.
Pernah nyobain mihun di Hotel Horison Samarinda? Punya rasa yang sama atau berbeda?
Gol A Gong

